Lampung Timur, jayabendinews.com – Beberapa tahun belakangan, Balai Benih Induk (BBI) di wilayah Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur, di penuhi tanaman singkong.
Beberapa waktu lalu, Widodo Luki Saputro. Sp mengaku Balai Beni Induk tersebut, tidak kegiatan, hanya melakukan perawatan dan penjualan bibit.
,”tidak ada kegiatan dari Dinas Provinsi, sudah beberapa tahun kita hanya melakukan perawatan dan pemeliharaan serta menjual bibit, seperti: alpukat. Durian. Rambutan. Jeruk. Matoa atau Rambutan irian dan Sawo. Untuk bibit ini kami dari balai juga melayani pembelian langsung dari masyarakat,” terang Widodo.
Dari hasil pantauan media ini, luas lahan milik Pemerintah Daerah Provinsi Lampung seluas puluhan hektar, yang di percayakan pengelolaannya pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Holtikultura itu, saat ini telah menjadi kebun singkong (ubikayu), jagung bahkan semangka.
Jumat 14 November 2025, beberapa warga sekitar menyampaikan, puluhan hektar lahan tersebut telah lama menjadi perkebunan singkong, jagung dan semangka.
,”sudah lama lahan-lahan ini ditanami singkong, kami dengar penanam atau pemilik kebun dari orang dinas, sebagian juga dari masyarakat,” ujar warga yang enggan namanya di sebutkan.
Menindak lanjuti hal tersebut, Jumat 14 November 2025 siang, media ini melakukan kroscek pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung.
Mengatakan bahwa, selama ini Bapenda hanya menerima Pendapatan dari retribusi bibit atau benih, tidak ada y
ang lain. (***)


















